Fungsi Alat Ukur Berat Benda Dan Penjelasannya

Minggu, 06 Mei 2018

Fungsi Alat Ukur Berat Benda Dan Penjelasannya

Setiap benda pasti memiliki berat atau massa. Yang dinyatakan dengan satuan kilogram ( kg). Untuk mengetahui berat suatu benda, tentunya kita harus mengukurnya. Alat ukur berat benda dinamakan timbangan atau neraca. Ada yang memakai sistem mekanik dan digital. Di sekitar kita sangat mudah menemukan alat ukur ini. Mungkin di rumah anda pun ada. Jenis timbangan sendiri sangat banyak sekali. Ada timbangan berat badan, emas, laboratorium dan lainnya. Oleh karena itu kita akan membahas semua jenis alat ukuran berat beserta penjelasannya.

neraca lengan
Harga Neraca Lengan Rp 1,5jt

Neraca sama lengan

Neraca sama lengan ini, bisa ditemukan di toko emas. Dengan bentuk dua piringan yang berada di sisi kanan dan kiri. Piringan kecil digunakan untuk meletakkan benda yang akan ditimbang beratnya. Lalu ada anak timbangan yang digunakan untuk satuan besaran perbandingan. Prinsipnya menggunakan prinsip kesetaraan gaya gravitasi di kedua lengannya. Oleh karena itu kedua lengan harus seimbang, untuk menentukan ukuran yang tepat untuk benda tersebut.

Neraca Analog

Neraca analog sering digunakan untuk menimbang bahan masakan. Atau benda yang ukurannya tak begitu besar. Neraca analog ini memiliki wadah dibagian atasnya. Hanya mampu menimbang sampai ukuran kecil. Untuk melihat besar beratnya, dari jarum skala yang ditunjukan oleh neraca tersebut. Lebih mudah digunakan, karena ukuran beratnya akan terlihat langsung di jarum.

Neraca lengan gantung

Neraca lengan juga ada yang berbentuk gantung. Alat ukur berat benda ini banyak digunakan untuk menimbang barang besar di pasar. Neraca ini penggunanya harus digantung dan memakai prinsip tuas. Jadi barang atau benda yang akan ditimbang digantung terlebih dahulu. Kemudian geser beban pemberat supaya berat benda dan beban pemberatnya sama atau seimbang. Lalu itulah nilai dari berat benda yang ditimbang.

Neraca ohauss

Neraca ohauss merupakan alat ukur yang tingkat ketelitiannya mencapai 0,1 gram. Ada tiga skala yang digunakan. Pertama untuk ratusan gram, kedua untuk puluhan gram dan ketiga untuk satuan gram. Untuk cara kerjanya, dengan membandingkan berat benda dengan anak timbangan. Untuk mendapatkan berat yang pas, anda bisa menggeser anak timbangan sampai poros yang tepat. Alat ukur ini sering digunakan di laboratorium, untuk mengembangkan zat tertentu.

Neraca pegas

Neraca pegas dikenal juga dengan dinamometer. Alat ini juga sering digunakan di laboratorium fisika. Untuk menimbang berat benda yang ringan. Memiliki dua skala yaitu skala n (newton) untuk berat benda dan skala g (gram) untuk massa benda. Tingkat ketelitiannya mencapai 0,1 n. Sehingga sangat kecil. Untuk menimbangnya, anda bisa menggantungkan benda di bagian pegas bergetar. Lalu tinggal dilihat hasil beratnya. Dengan menggunakan timbangan ini, anda bisa melihat berat benda dengan lebih rinci.

Neraca digital

Neraca digital ini yang paling mudah digunakan. Karena anda bisa melihat langsung hasilnya. Anda letakkan benda diatas timbangan, nanti neraca digital langsung menunjukkan hasilnya. Untuk ketelitiannya mencapai 0,0001 gram. Tingkat ketelitiannya memang sangat tinggi. Bisa digunakan untuk menimbang benda apapun, karena jenisnya pun banyak. Ada yang berukuran kecil dan besar.

Masih banyak jenis alat ukur berat benda yang bisa anda gunakan. Yang paling mudah tentunya memakai timbangan digital. Karena lebih mudah digunakan dan keakuratannya sangat tinggi. Kemungkinan salah sangatlah kecil. Tapi untuk harganya tentu lebih mahal. Sekian artikel kali ini, semoga memberikan informasi yang bermanfaat buat anda.

Tidak ada komentar: